Senin, 02 Agustus 2010

Cara Gila Jadi Pengusaha

Pada Seminar "Cara Gila Jadi Pengusaha", dan pembicaranya langsung dari Bos Primagama, dan pemilik Entrepreneur University (EU) yaitu Bapak Purdi E Chandra.
Dalam seminar tersebut betul-betul kita diajak untuk berfikir dan berbuat yang sepertinya melawan arus, lain daripada yang lain. Ada istilah kita diajak untuk tersesat di jalan yang benar.
Pak Purdi betul-betul seorang motivator yang hebat, lucu, dan fikiran-fikiran dan ide-ide yang disampaikan konyol tapi masuk akal. Ada satu cara pak Purdi mengetes para peserta seminar apakah berfikirnya masih menggunakan otak kiri atau otak kanan.
Pak Purdi menyampaikan ada 9 Rumus untuk sukses di Bisnis (Sebagian peserta siap-siap dengan ballpoint dan buku catatan), rumus pertama ACTION, kedua ACTION, ketiga ACTION...sampai kesembilan terus ACTION.
Pak Purdi pada awalnya seperti ceramah, dan bagi saya betul-betul berceramah. Beliau mengajak kita untuk membiasakan diri bersedekah, dan bersedakah itu jangan tanggung-tanggung, sekalian bersedekah yang besar, katanya...sekali-sekali berikan orang kejuatan dengan sedekah kita. Beliau betul-betul meyakini dan memang harus kita sama-sama yakini bahwasannya Allah berjanji kepada umatnya yang kalau memberikan sedekah kepada orang lain akan dibalas atau akan diberikan 10x lipat. Beliau berkata untuk bersedekah jangan iklas, tetapi sering, benar juga sih...sesuatu yang sering kita lakukan lama-kelamaan akan terbiasa dan ujung-ujungnya akan IKLAS...benar gak?
Ada cerita beliau pernah memberikan seorang pengamen uang 50rb, pengmaennya lari dikirain akan ditagih kembaliannya...
Menurut pak Purdi BISNIS adalah BERANI INVESTASI SEDEKAH NEKAT INSYA ALLAH SUKSES. Dengan jadi pegusaha sudah tentunya jadi BOSS (BERANI OPTIMIS SEDEKAH SETERUSNYA).
Ada dua jenis bisnis yaitu Bisnis IN dan ON.
Bisnis IN adalah bisnis yang semuanya dijalankan sendiri, jadi bos sendiri, jadi marketing sendiri, jadi kasir sendiri, semua-semuanya dikerjakan sendiri.
Bisnis ON adalah bisnis yang dikelola oleh orang lain, biarkan orang lain yang menjalankan bisnis kita.
Tapi ada peserta seminar yang bertanya bahwa untuk mencari orang yang bisa dipercaya itu susah, beliau menjawab dengan enteng, kita harus selalu berfikiran positif kepada orang lain, kalau kita berfikiran negatif (bahwa orang ini tidak akan jujur) Insya Allah kejadian orang tersebut akan tidak jujur. Karena ucapan dan prasangka kita itu akan betul-betul terjadi.
Makanya kalau kita berkata-kata harunya yang baik-baik saja, begitu juga kalau menyanyi kita nyanyikan lagu yang baik-baik saja. Dicontohkan sama pak Purdi lagu yang dampaknya seperti apa yang dinyanyikan itu, seperti lagu Mbah Surip, bangun tidur tidur lagi, bangun lagi tidur lagi, banguuun...tidur lagi...tidak lama eh beneran Mbah Surip meninggal. Lagu kebangsaan kita Indonesia Raya, ada sairnya Indonesia Tanah Airku Tanah Tumpah Darahku, akhirnya Indonesia banyak bencana banjir karena air yang tumpah, tanah longsor, dan akhirnya banyak darah-darah. Ada sair lain Indonesia Raya yang cocok untuk dinyanyikan saat ini yakni Indonesia Tanah Yang Mulia Tanah Air Yang Kaya (kira-kira seperti itu). Intinya kita harus berkata-kata termasuk bernyanyi yang baik-baik. Untuk anak jangan dinyanyikan lagu Nina Bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk, itu sama dengan mengundang nyamuk, makanya banyak terjadi demam berdarah. Contoh lagu yang baik seprti lagu D'Masive "Jangan Menyerah", ada lagi lagu PILOT (Sepanjang hidupku hanya ingin bersamamu...) dan lagu yang kata pak Purdi sangat senang kalau beliau menyanyikan lagunya Wali (...yang tak laku-laku). Betul-betul telaahan yang begitu dalam dari Pak Purdi terhadap apa yang biasa terjadi di sekitar kita yang berkaitan dengan ucapan dan lagu, hebat..hebat.
Rumus Bisnis tanpa modal yang beliau paparkan adalah BOTOL dan BODOL.
BOTOL = Berani Optimis Tenaga Orang lain)
BODOL = Berani Optimis Duit Orang lain)
Jadi dalam bisnis kita harus bisa menggunakan tenaga orang lain, tanpa kita harus susah-susah (tentunya harus dibayar dong), dan kalau bisa lagi bisnis kita pakai duitnya orang lain, atau duit dari Bank.
Menurut beliau untuk bisnis jangan takut berutang, karena utang pada Bank pada dasarnya bukanlah utang, itu adalah bisnis kita dengan Bank, dengan pinjaman kita itu Bank bisa menggaji karyawannya, jadi UTANG = BISNIS.
Bagaimana untuk mendapatkan pinjaman yang besar dari Bank ? Caranya :
1. Rekening kita aktif / transaksinya bagus.
2. Kenal dengan Kepala Cabangnya.
Untuk membuat rekening bagus, pinjam uang siapa saja untuk kita masukkan ke Bank, besoknya tarik lagi, besoknya masukkan lagi, tarik lagi, begitu seterusnya paling tidak selama 3 bulan. Jadi kelihatan dari rekening itu kita adalah seorang pengusaha, maka Bank berani mengucurkan pinjaman kepada kita. Yang kedua adalah kenal dengan Kepala Cabangnya, sulit nggak?? ah..gampang, caranya datang ke bagian kredit, minta pinjaman misalnya 1 Milyar, sudah pasti kita akan disuruh berhadapan langsung dengan Kepala Cabangnya, jadi kan bisa kenalan...he..he..he..gila...gila.
Untuk jadi Pengusaha harus nyontek, contohnya ada salon yang rame pengunjung, kita buka salon di sekitar salon yang ramai itu, bila perlu bersebelahan, karena kalau ada orang mau masuk ke salon yang rame itu, melihat rame orang berkata "ah..rame, kepan dapat giliran?" akhirnya masuklah orang tersebut ke salon kita yang ada di sebelah salon yang rame tadi. Selain itu buka usaha niru/nyontek tapi buat kebalikannya misalnya lagi orang buka Salon khusus dewasa, kita buat salon khusus anak-anak (lawan dewasa kan anak-anak), ada orang buka karaoke (konotasinya mesum) kita bisa buat karaoke keluarga (lawan mesum kan keluarga), panti pijat konotasinya mesum kita buat panti pijat keluarga. Pokoknya seperti itulah kita harus bisa nyontek. Pernah Pak Purdi memberikan seminar entrepreneur di suatu sekolah, dia sarankan Kepala Sekolahnya agar membiarkan murid-muridnya nyontek...eh betulan kepala sekolah tersebut nelpon kalau dia sudah menjalankan apa yang disarankan pak Purdi, dan alhamdulillah nilai siswa-siswanya baik semua.
Ada lagi cerita pak Purdi saat pertama kali buka Primagama. Yang daftar jadi siswanya cuma 2 orang, itupun anak tetangganya (mungkin mereka kasihan sama pak Purdi), akhirnya pak Purdi memberikan bimbingan belajar gratis bagi siswa SMA di sekitar rumahnya, dengan syarat harus bawa motor, walaupun rumahnya dekat dari Primagama (biar orang ngeliat kalau Primagama itu ramai siswanya, jadi orang akan tertarik).
Jadi dalam usaha kalau kita katakan bahwa kita akan sukses pasti sukses, jangan katakan kita akan gagal karena bisa bener kita akan gagal, makna dari kalau berkata harus yang baik-baik.
Usaha juga harus dibarengi dengan Sedekah, ada pepatah pak Purdi yang mengatakan :
"HEMAT SEDEKAH PANGKAL MISKIN"
"BOROS SEDEKAH PANGKAL KAYA"
Karena sudah janji Tuhan kalau kita memberikan 1 akan diberikan 10 kalinya. Janji adalah hutang, tidak mungkin dong Tuhan berhutang sama kita, iya nggak???
Kita harus beranilah lihat-lihat pameran rumah, datang ke dealer-dealer mobil, lihat-lihat saja koq takut kan kita tidak beli, karena dengan begitu kita akan kepingin dengan rumah atau mobil yang kita lihat tadi sehingga kita akan berusaha untuk mendapatkannya.
Bisnis juga harus dibarengi dengan Properti berupa rumah, toko, karena nilai rumah maupun toko tersebut terus meningkat, cara untuk mendapatkan kembali lagi Utang di Bank, beberapa tahun kedepan nilai jual rumah atau toko tersebut naik, kita jual lunasi utang Bank, pasti ada untungnya dari penjualan rumah atau toko tersebut, sisa dari jual rumah atau toko bisa dijadikan modal usaha. Intinya Utang untuk Usaha bukan untuk Konsumtif.
Bisnis yang bagus adalah bisnis yang bayarnya di depan, contohnya bisnis pendidikan.
Bagi karyawan/PNS bisnis yang paling cocok adalah dengan membeli Francise, karena semua-semua sudah disiapkan oleh pemilik Francise.
Bapak Purdi dengan EU-nya mempunyai misi untuk menjadikan semua orang Indonesia sebagai Pengusaha.
Pertanyaannya, kalau semua jadi pengusaha siapa yang akan jadi karyawan, pak Purdi mengatakan masih banyak koq bule yang nganggur. Diceritakan waktu beliau ke Belanda, ternyata di Belanda itu Supir Taxi banyak yang bule...(emang bule semua).
Demikian cerita dari saya yang telah mengikuti seminar Cara Gila Jadi Pengusaha, dan saya kepingin ikut-ikutan gila, bagaimana ada lagi yang mau gila???

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar